Life Style and Fashion

LIFE STYLE

FASHION

Minggu, 22 Mei 2016

Armani sendiri terkenal bukan di kalangan wanita, melainkan di kalangan para pria. Dibentuk guna memenuhi permintaan dan kebutuhan para pria metro yang sangat memperhatikan penampilan, Armani menjadi salah satu brand yang paling digemari oleh kaum Adam.
Walaupun tergolong baru karena baru terbentuk pada tahun 1970, Armani tidak kalah dengan brand lainnya. Hanya saja, Armani berfokus dengan men’s wear. Jadi jangan heran kalau teman-teman berkunjung ke gerai Armani, kebanyakan yang terpampang di display adalah baju dan aksesoris lelaki.
Adalah Giorgio Armani, orang dibalik terbentuknya brand Armani. Girogio sendiri bukanlah orang yang ahli dalam bidang fashion; dirinya merupakan lulusan dari fakultas ilmu kesehatan, Universitas Piacenza. Namun karena dirinya mengagumi akan glamour-nya Hollywood, rasa seninya pun timbul.
Giorgio yang saat itu sedang libur dari masa akademi militer selepas menyelesaikan studi di Universitas Piacenza, memutuskan untuk kembali ke Milan dan membuat mimpinya menjadi nyata, menjadi seorang designer handal. Ia bekerja di salah satu mall ternama di Milan bernama Le Rinascente dan bertemu dengan seorang designer, Nino Cerutti.
Nah, berangkat dari sini karir cemerlang Armani dimulai; setelah beberapa lama bergabung dengan Nino, Armani bersama rekannya, Galeotti mulai meniti karir bersama di perusahaan lainnya. Hingga pada tahun 1975 terbentuklah brand Giorgio Armani.
Kini Armani dianggap menjadi salah satu brand yang harus dimiliki oleh pengusaha-pengusaha. Mereka percaya dengan memakai Armani, simbol kesuksesan melekat pada para pemakainya.
Setelah terkenal seperti sekarang, Armani mulai melebarkan sayapnya dengan memecah nama Armani sebagai brand lainnya; Armani Prive, Giorgio Armani, Emporio Armani, Armani Collezioni, Armani Jeans (AJ) dan Armani Exchange (AX). Brand tersebut meliputi produk baju, aksesoris, sepatu, mantel, sabuk, dompet, celana dan lain sebagainya.



Brand satu ini memang sudah terkenal dari dulu. Terkenal di kalangan para jutawan dan bangsawan dari seluruh negeri karena design setiap produknya sangat elegan dan terlihat mewah. Jadi Prada sudah pasti bukan hal asing lagi bagi penyuka atau kolektor barang-barang branded; mulai dari model yang up-to-date hingga model vintage yang lebih disukai kaum jutawan.
Brand Prada sendiri dibentuk pada tahun 1913 oleh seorang pembuat produk-produk mewah yang terbuat dari kulit bernama Mario Prada. Pada awalnya, Mario Prada hanya memproduksi tas yang terbuat dari bahan walrus.
Namun karena alasan bahan walrus terlalu sulit untuk dibentuk karena berbobot lumayan berat, Mario mulai membuat inovasi; dirinya menggunakan bahan-bahan lain yang lebih mudah didapat dan harga jualnya yang baik seperti kristal atau kulit kerang.
Inovasi di atas disukai oleh para pelanggan Mario Prada sehingga produksi berbahan walrus dihentikan dan diganti dengan produksi berbahan lainnya. Terlampau tua, Mario Prada menyerahkan seluruh kerja kerasnya kepada Muccia Prada, cucu Mario. Mario ingin kalau cucunya bisa meneruskan bisnis produksi kulit miliknya.
Akhirnya setelah Prada jatuh ke tangan Muccia, manajemen di pabrik Prada berubah; Muccia menangani design untuk Prada sedangkan suami Muccia, Patrizio Baterlli, menangani penjualan. Kini Prada dikenal dengan designnya yang simple namun tidak menghilangkan kesan elegan. Selain itu Prada juga memiliki signature color sendiri; mulai dari warna hitam, abu-abu dan krem juga warna pastel.
Saat ini, Prada sudah bisa didampingkan dengan brand ternama lainnya di bidang fashion seperti Louis Vuitton atau Gucci. Angka penjualan Prada yang meliputi harga jual barang-barang; sepatu (pria & wanita), sabuk kulit, tas, baju, kacamata, ponsel dan lainnya juga bersaing dengan brand pendahulunya itu.
Melalui nama Prada pula, sang pewaris, Muccia Prada dinobatkan sebagai salah satu dari 30 wanita berpengaruh di Eropa (menurut American Financial Newspaper dan The Wall Street Journal). Banyak artis yang menjadi model Prada hingga menjadi pemakai tetap brand ini, diantaranya Cameron Diaz dan Uma Thurman.



Menjadi peringkat ke 41 di “Top Global 100 Brands” dan masuk ke dalam posisi 38 pada survey ‘The Most Valuable Brands’ yang dibuat oleh majalah Forbes (2013) menjadikan Gucci sebagai salah satu merek produk fashion terbaik dan salah satu merek yang paling dicari di seluruh dunia.
Bagaimana tidak? Gucci selalu menghadirkan koleksi-koleksi yang sangat up-to-date dan berkelas sehingga banyak fashionista yang menunggu setiap peluncuran produk Gucci. Bukan hanya para fashionista saja, kalangan pebisnis yang bergerak di bidang entertainment dan majalah fashion ternama juga sama antusiasnya untuk menunggu koleksi-koleksi terbaru Gucci.
Siapa sangka, orang dibalik brand Gucci yang tersohor itu bukanlah orang yang mahir dalam bidang seni desain. Adalah Guccio Gucci, pendiri rumah produksi Gucci, lahir di Florence pada tahun 1881. Guccio bukanlah berasal dari kalangan yang berada, dia harus banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri.
Masa mudanya ia pakai untuk bekerja. Pada tahun 1897, Guccio bekerja di Hotel Savoy, London. Dari sini karirnya mulai berkembang; Hotel Savoy dipenuhi oleh tamu-tamu orang kaya dan pebisnis-pebisnis sukses yang sedang dalam business trip.
Saat itu, Guccio selalu melihat para tamu di hotel tempatnya bekerja menggunakan tas-tas kulit yang sangat bagus. Berkat kemampuan mengingatnya yang baik, Guccio mulai menggambarnya. Hingga suatu waktu, Guccio memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali ke Florence.
Guccio pun memulai kembali karirnya. Dia membangun rumah produksi kecil-kecilan yang membuat tas dan kantung bawaan yang sering dipakai oleh bangsawan yang senang berpergian menggunakan kuda. Berhubung saat itu di Italian produksi kulit sedang bagus, maka Guccio memanfaatkan kesempatan tersebut.
Para bangsawan yang membeli dan membawa tas kulit Guccio ke negara lain membuat para bangsawan di negara dikunjungi ingin membeli tas rancangan Guccio juga. Dalam keadaan seperti itu, Guccio menjadi sangat terkenal.
Hingga pada tahun 1936, rumah produksi Gucci berhasil membuat koper pertama yang langsung meledak di pasaran. Dari sinilah, seluruh produk Gucci terkenal sampai ke seluruh dunia. Kini, Gucci tak hanya memproduksi tas saja. Gucci membuat barang-barang lainnya seperti baju, jaket, sepatu, kacamata, selendang sutra, box kosmetik, dsb.




Siapa sangka designer terkenal satu ini adalah anak broken home? Marc Jacobs sudah ditinggal Ayahnya meninggal sewaktu kecil dan harus menerima 3 Ayah tiri lainnya dari hasil 3 pernikahan ibunya yang tak berlangsung lama.
Mengalami gangguan psikis, Nenek Marc akhirnya mau mengurusnya dan mengharuskannya pindah ke New York. Di sinilah bakat seni Marc berkembang. Nenek Marc menyekolahkan dirinya di sebuah sekolah seni bernama Parson School of Design. Hanya dalam kurun waktu yang terbilang singkat, pada akhir masa studinya, Marc banyak memenangkan penghargaan atas seni design yang ia kuasai.
Salah satu karyanya adalah sebuah Op-Art Sweater yang dibuat oleh neneknya dan dikreasikan oleh Marc sendiri. Karyanya itu dilirik oleh Barbara Weiser, pemilik butik New York’s Charivari. Barbara akhirnya membeli kreasi Marc dan mengajaknya bekerja sama untuk memproduksi sweater tersebut dengan nama Marc Jacobs for Marc & Barbara.
Tak disangka, penjualan sweater itu meledak, membuat pebisnis fashion lainnya mengincar ide unik Marc. Maka akhirnya, Marc pun menjalin kerja sama dengan Robert Duffy, seorang eksekutif salah satu perusahaan fashion,  pada tahun 1986 namun tak berlangsung lama.
Setelahnya, Marc kembali melebarkan sayap karirnya dengan bekerja sama dengan Louis Vuitton. Pihak LVMH membeli beberapa pakaian dari label Marc sendiri. Dalam naungan Louis Vuitton, Marc pun mulai mengembangkan koleksi pakaiannya dan diperlihatkan pada umum menggunakan model-model ternama seperti Stephen Sprouse, Takashi Murakami, Richard Prince hingga raper ternama Kanye West.
Setelah sukses dan percaya akan kemampuannya sendiri, Marc pun melepas kerja sama dengan LVMH pada musim panas tahun 2014. Kini, Marc Jacobs mulai bersaing dengan brand-brand lain yang pernah bekerjasama dengannya selama ini. Dengan gerai yang mencapai 285 di seluruh dunia; kuantitas dan kualitas dari brand Marc Jacobs selalu diperhitungkan di dunia fashion berbasis internasional.

Merek dagang lainnya yang memegang kuasa atas dunia fashion di seluruh dunia. Rumah mode asal Paris ini mengusung tema klasik dan vintage di setiap karyanya; warna-warna terang juga menjadi ciri khas Hermés. 
 Merek yang satu ini diakui sebagai satu-satunya merek fashion yang tidak ‘tersentuh’ dengan krisis ekonomi global. Pasalnya, masih banyak orang yang rela menggelontorkan uangnya untuk membeli produk Hermés di saat kurs mata uang di negaranya masing-masing sedang anjlok.
Adalah Thierry Hermes, pria kelahiran tahun 1801 di Krefeld, Jerman inilah yang pertama kali membuat rumah mode Hermés. Uniknya, barang-barang yang ia buat sebenarnya bukan untuk manusia, melainkan untuk kuda; mulai dari kekang, saddle, peralatan berkuda hingga kereta barang.
Itu semua ia buat di rumah produksi miliknya di Grand Boulevards, Paris guna memenuhi permintaan para bangsawan Eropa. Seiring bertambahnya usia, Thierry akhirnya mewariskan apa yang ia punya kepada anaknya, Charles-Emille Hermes. Berangkat dari warisan inilah, Charles mulai memproduksi barang-barang selain peralatan berkuda.
Walaupun begitu, barang-barang tersebut masih ada sangkut pautnya dengan kegiatan berkuda para bangsawan, seperti tas kulit, jaket, hingga scarf. Untuk mengenang awal mula Hermés terbentuk, para pewaris Hermés membuat logo yang terbilang unik. Sebuah kuda yang sedang menarik kereta pangeran. Logo ini yang membuatnya semakin dikenal para pemaham fashion.
Akibat perkembangan dunia fashion yang signifikan. Keluarga Hermés akhirnya terpengaruh untuk membuat inovasi baru. Sampai pada tahun 1970,  Hermés mulai diakui sebagai brand ternama yang tak kalah baik dari brand kenamaan lainnya seperti Louis Vuitton.
Kini, Hermés tak hanya membuat tas, jaket atau scarf saja. Hermés juga membuat aksesoris, perhiasan mahal, pakaian mewah, sepatu, dasi sutera, sampai parfum! Dengan harga fantastis untuk setiap produknya, tak heran klien Hermés bukan sembarang orang.
Kabarnya, Paris Hilton, Nicole Kidman, Julianne Moore, Elle MacPherson, Elizabeth Hurley dan Madonna adalah deretan artis terkenal yang kerap kali menggunakan produk keluaran Hermés.

Jumat, 20 Mei 2016


HUF didirikan oleh Keith Hufnagel yang berprofesi sebagai skateboarder.Sampai sekarang HUF terkenal dengan produknya yang bermaterial premium dan designnya yg sangat mengusung skateboard.
Menurut Hufnagel HUF lahir dijalanan,saat dia muda dan tumbuh dengan bermain skateboard di tahun 80’s dia selalu mengatakan “HUF ONE” ke orang orang disekitarnya.
Nama HUF sendiri diambil dari nama panggilan si Keith Hufnagel.
HUF baru membuka tokonya ditahun 2002 setelah hufnagel pindah dan bermain skateboar di san fransisco.HUF sendiri terkenal dengan motif daun ganja di setiap produknya.dari mulai t-shirt,socks sampai bomber jacket.




Diamond supply Co. didirikan pertama kali tahun 1998ketika Nicholas thesay(alias nick diamond) menciptakan garis keras skateboard dari apartemen sederhana di san fransisco.pada tahun 2000 nick pindah ke LA dan mulai membangun Diamond supply Co bersama mike carrol dan rick howards.
Diamond supply sangat bertemakan tentang skateboard culture dalam produknya.sang founder Nick thesay terkenal dengan designnya tentnag edge t-shirt dan juga avant garde design dan color.
Diamon supply juga terkenal sebagai team skateboard yang berisi skateboarder ternama seperti paul rodriguez,eric koston stevie Williams dan masih banyak lagi.






Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Photograph amateur | Food hunter | Music addict | Traveler. 人生の小さいことを楽しもう。
Diberdayakan oleh Blogger.